1. Penduduk, Masyarakat dan kebudayaan

Hubungan dari penduduk, masyarakat dan kebudayaan adalah penduduk yang membentuk masyarakat yang kemudian dari kebiasaan masyarakat lahirlah kebudayaan. Sekelompok individu yang menempati suatu daerah dapat dikatakan penduduk. Salah satu ciri penduduk ialah mempunyai kartu identitas berupa kartu tanda pengenal. Di Indonesia kartu identitas tersebut dikenal dengan nama KTP yang dapat di buat dengan syarat yang telah ditentukan pemerintah. Sekarang ini permasalahan yang timbul dari masalah kependudukan yaitu kepadatan penduduk yang tidak merata karena banyak nya individu yang melakukan urbanisasi dengan alasan factor ekonomi. kemudian timbul masalah baru yaitu banyaknya penduduk yang mempunyai KTP lebih dari satu sehingga pemerintah sulit mengetahui jumlah penduduk suatu daerah. Dengan alasan birokrasi yang berbelit – belit dibuat pemerintah untuk mengurus perpindahan, lalu pemerintah baru – baru ini mencanangkan program i-KTP untuk mempermudah perpindahan penduduk dan mengurangi penduduk yang mempunyai KTP lebih dari satu.

Dari perpindahan penduduk tersebut timbul kebudayaan dimana kebudayaan itu sendiri merupakan hasil cipta karya dari masyarakat yang bernilai tinggi dan merupakan suatu kebiasaan yang telah mendarah daging pada masyarakat kita.

Kebudayaan mempunyai hubungan yang erat dengan masyarakat, karena segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat di tentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Di mana hal yang membentuk suatu masyarakat adalah individu – individu yang mana di sebut sebagai penduduk. Jadi hubungan antara ketiganya adalah penduduk menyebabkan terjadinya masyarakat dan masyarakat pasti memiliki kebudayaan. Jadi ke-3 hal Kebudayaan, Masyarakat, dan Penduduk tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.

Jadi masyarakat dan budaya adalah suatu hal yang sudah tidak bisa dipisahkan karena apa yang dilakukan oleh masyarakan luas adalah suatu tradisi bawaan atau pendatang yang sudah susah untuk diubah. baik dari budaya dalam ataupun asing. Dan dengan adanya budaya, masyrakat akan memiliki pola-pola pemikiran yang berbeda maupun sama, karena terkadang ada sekelompok masyarakat A yang bentuk budayanya berbeda dari sekelompok masyarakat B. Jadi dengan adanya sekelompok masyarakat yang menempati suatu wilayah ,dan dapat mengorganisasikan dirinya dengan suatu kesatuan sosial yang dibekali dengan budaya sehingga disebut penduduk.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: